Ghafur dari Jombang
Salah satu guru kehidupan yang pernah kutemui adalah Ghafur. Aku lupa nama lengkapnya siapa, sudah sembilan tahun berlalu.
Dulu saat aku tinggal di sebuah asrama di Pare, ada pelajar baru yang masuk. Namanya Ghafur. Dia ke Pare juga ingin belajar bahasa inggris. Wajahnya teduh, kulit coklat sawo dengan senyum yang matang. Orangnya sangat ramah, asli Jombang.
Beberapa hari setelah datang, aku jadi tau ternyata dia sangat mahir berbahasa arab. Karena di asramaku dulu di Pare wajib pake 2 bahasa. Arab dan Inggris. Ternyata Ghafur ini lulusan Al-Azhar, Kairo. Dia baru saja selesai menempuh studinya. Ilmu agamanya sudah gak perlu diragukan lagi. Lulusan pesantren dan lanjut ke Universitas tertua di dunia.
Walau begitu ia sangat rendah hati. Tetap mau belajar lagi bahasa inggris di pare dan berbaur dengan pelajar lain dengan biasa.
Bisa lulus dari Al-Azhar dan belajar di pare bukan berarti dia orang yang banyak uang. Justru kehidupannya sangat sederhana.
Ia betul betul Mandiri. Masak sendiri. kompor di asrama yang tidak terpakai, digunakannya. Asrama kami terletak di samping masjid dekat area persawahan. Banyak kangkung liar yang tumbuh di persawahan. Ghafur biasa mengambili kangkung kangkung itu di pagi hari untuk dibuat lauk makan siang dan sore. ya, Menunya Kangkung terus! Tumis kangjung, sayur asem kangkung. Sering juga Aku diajaknya makan bersama di teras asrama. Itu betul betul Enak, Nasi panas, Tumis kangkung , sambal dan Ikan asin!
Ia juga mengenalkanku pada sebuah menu Andalannya, Egypt Rice. Itu sangat enak! Sederhana tapi sangat enak. Mirip nasi tim. Jadi memasak beras menjadi nasi sekaligus dikasih bumbu, garam, gula, penyedap, bawang merah, bawang putih, irisan cabe dan beberapa potong daging.
Di pare ini Ia juga belajar Bahasa Inggris dengan mandiri. Tanpa meminta biaya dari orang tua, ia akhirnya jualan kacang telor. disela sela waktunya kursus bahasa inggris, dengan telatennya ia pergi ke pasar dekat asrama, membuat adonan, menggoreng kacang dan menjual kacangnya ke toko toko di pare. sering juga dia memberi kami, teman asrama nya Kacang Telor gratis.
Salah satu pelajaran berharga yang kudapat dari Ghafur adalah, kita bisa mempunyai pencapaian yang sangat besar dalam kehidupan ini tapi tetap bisa hidup dengan sederhana. Aku melihatnya belajar, mencari kangkung, masak, berjualan dan beribadah dengan rajin, sungguh semua terlihat sederhana dan biasa saja. Tapi dia seperti menikmati kehidupan sederhanya dengan level rasa syukur tertinggi.
Terimakasih Ghafur, beruntung sekali aku pernah berkenalan denganmu. Banyak sekali pelajaran berharga yang bisa kuambil.
*Ia Kuliah di mesir dengan biaya sendiri. Tanpa beasiswa. Kuliah di Al - Azhar adalah Mimpinya. Dan Ia berhasil Mencapai Mimpinya.
Komentar
Posting Komentar