Bertahan di Covid-19 economic crisis
Surviving in Covid-19 economic crisis
_______________
1.Kumpulkan uang cash untuk dana darurat. Karena penjualan berkurang lebih dari 50-90% tapi pengeluaran tetap jalan (cicilan bank, gaji karyawan, sewa tempat bulanan, listrik, pajak).
Bisa dari tabungan, nyairkan aset sementara atau jual aset (gadaikan ke bank/teman).
2. Maksimalkan pemasukan dari sumber yang masih lancar.
Dalam sebuah bisnis ada hukum pareto 20/80. 20%usaha menghasilkan 80% hasil.
Dari keseluruhan menu yang ada di restoran atau barang yang ada di toko, ada 20% yang paling laris dan dibeli yang menghasilkan 80% dari total keuntungan.
Kalau kita sudah tau mana 20% nya yang paling lancar, kita bisa potong anggaran untuk 80% dialihkan ke yang 20%. Stoknya diperbanyak.
3. Kurangi pengeluaran.
Ini bagian yang paling berat biasanya. Hindari sebisa mungkin memangkas jumlah karyawan atau phk. Memang biaya gaji karyawan sangat besar. Tapi kita bisa mendiskusikan skema pembayaran gaji yang dikurangi, pengurangan jam kerja atau bahkan libur sementara bagi beberapa pegawai untuk membantu usaha tetap survive. Kemampuan berkomunikasi jadi penentu.
Selanjutnya, ajukan penangguhan pembayaran pajak dan cicilan bank sebisa mungkin.
Kurangi biaya transportasi.
4. Adapt to the new normal.
Covid-19 membuat masyrakat takut keluar rumah atau ke tempat rame. Kalau restoran wajib segera buka layanan delivery. Daftarkan ke grabfood dan gojek. Berikan voucher dan diskon. Buat halaman instagram dan facebook. Promosikan dengan gencar. Rajin komen spam di ig selebgram. "Mozarela cheese nya kakak"
Bagi toko bisa daftar ke semua market place online yang ada. Pelajari ilmu pemasaran dari toko lain yang sudah senior dan laris. Atau cari tutorial dari youtube.
Ajak karyawan untuk bantu promosi. Berikan bonus tambahan dengan sistem referal.
Komentar
Posting Komentar