Kenangan di hamparan ladang jagung belakang rumah

Disinilah dulu aku bekerja, di hamparan ladang Jagung belakang yang luas. Hampir 10 tahun menjadi pencari rumput. Kalau secara korporat mungkin jabatannya sudah senior manager. Kalau secara akademik mungkin sudah setingkat doktor. :-D hehehe
Awalnya mungkin terasa berat. teman teman lain bisa bebas bermain, kok aku harus ngarit setiap sore. kadang kadang pagi hari juga. saat semua daun daun masih basah. kadang siang hari saat matahari masih tinggi. kadang saat hujan hingga semua lumpur menempel dan kebasahan.

Di sawah, lebih sering sepi daripada rame. Seiring waktu akhirnya Aku bisa menikmati khidmatnya sepi di sawah ini. Sepi membuatmu berpikir lebih mendalam. Sepi membuatmu mengingat apa yang sudah kamu lakukan dan apa yang akan kamu lakukan.
Dan pekerjaan ini, yang kelihatanya remeh dan biasa saja, adalah sebuah seni.
Kamu tak bisa mengarit begitu saja dengan perasaan kacau, marah, atau kalut kalau tak ingin arit yang kamu asah sendiri menjilat jari kelingkingmu atau ujung kakimu.

Dan di surabaya yang macet dengan hingar bingar kehidupannya ini, kita menghargai ketenangan dibalik khidmatnya sepi mengarit di dalam ladang ladang jagung yang rimbun.
:-)

Komentar

Postingan Populer