Sekilas perjalananku menuju Kuliah

Aku kemarin habis wisuda. hari minggu tanggal 24 Februari 2019. Akhirnya setelah 4,5 tahun menempuh pendidikan di departemen pendidikan bahasa inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, akhirnya lulus juga. cerita dari awal sebenarnya aku gak ada keinginan kuliah. Ini akibat saat aku lulus sma, tidak ada perguruan tinggi negeri yang menerimaku melalui jalur undangan. Kalau menyombongkan diriku sendiri, aku memang tidak terlalu paham matematika, fisika dan bahasa inggris tingkat sma. Tapi aku rajin baca buku. Pengetahuanku tentang hal hal yang menurut anak sma belum perlu aku malah lebih menguasainya (ngeles :-p ). Salah satunya, quantum learning, mind mapping, manajemen emosi dan sedikit filsafat, yang sayangnya hal hal seperti itu tidak bisa dijadikan pegangan untuk bisa lulus tes snmptn.
But its ok. Jadinya setelah lulus sma, aku dikirim bapakku ke pare untuk kursus bahasa inggris. bapakku punya keinginan mungkin aku bisa mendirikan kursus bahasa inggris di daerah magetan. aku menikmati kehidupan kursus bahasa inggris di pare selama 9 bulan. tapi karena sakit keras, jadinya aku terpaksa pulang untuk proses penyembuhan.
setelah 2 minggu dirawat intensif di rumah, alhamdulillah bisa sembuh. setelah itu jalan jalan ke kalimantan selatan selama 2 tahun lalu dapat pekerjaan tetap disana sebagai admin di perusahaan perkebunan sawit punya orang korea.
karena ada sesuatu, aku akhirnya memutuskan untuk kembali ke jawa dan menempuh kuliah di jawa yaitu UIN Sunan Ampel. alasan pertama, karena disini ada guru favoritku yang dari trenggalek, Mrs. Nurul sebagai dosen bahasa inggris dan aku juga ingin berkuliah di jurusan pendidikan bahasa inggris. alasan kedua, ibuku mendukung untuk kuliah disini karena adekku juga sedang kuliah disini dan bisa ikut ukm tahfidz Al-Quran, dan tentu saja harapannya aku bisa ikut menghafal Al-Quran sebagai modalku dimasa depan nanti. alasan ketiga adalah karena rasa ingin tahuku pada dunia pendidikan formal yang menurutku masih gagal dalam menghasilkan sarjana yang siap kerja. saat itu kakakku pengangguran. dan gak cuma itu, buaanyaaak lulusan sarjana lain yang jadi pengangguran setelah lulus. pasti ada yang salah dalam sistem pendidikan di universitas, pikirku. Jadi aku ingin meneliti apa penyebanya dengan langsung mengalami kehidupan sebagai mahasiswa. ke 3 alasan diatas akhirnya bisa terlaksana walaupun tidak 100% berhasil. 

Komentar

Postingan Populer