Arti selembar uang 10.000-an
Saat ini surabaya sedang mendung. Aku tidak tau di Magetan sedang mendung atau tidak. Kata yuli, hari ini di rumah lagi panen jagung. Aku tidak tau juga. Yah, semoga panennya lancar dan cuaca tidak terlalu panas.
Kerja di sawah itu berat sekali. Harus kuat kepanasan, kehujanan, kadang tetap kerja walaupun perut keroncongan, walau badan sudah remuk semua.
Kerja di sawah masih pake otot dan waktu. Berat sekali bung. Badanku yang (sedikit) berotot ini aja bisa k.o. Dan, bayarannya gak seberapa. Kerja seharian dan berat biasanya cuma dapat 40.000 - 75.000. Dan kerjaan gak selalu ada setiap hari. Hanya ada di hari hari tertentu semisal awal musim tanam dan musim panen. Jadi kalau di rata rata penghasilan petani itu hanya 10.000-an perhari.
Makanya Bapak dan Ibu dirumah melakukan banyak hal untuk berhemat. Saat anaknya pulang masak enak, lauk lengkap telor tempe sayur sambel krupuk. Tapi saat anaknya kuliah, Ibu Bapak makan dengan sederhana. Nasi, sambel, sayur. Sayur pun yang tumbuh di sekitar rumah saja. Daun kates, daun singkong, bayam, daun so, digilir terus. Demi bisa memberikan lembar lembar sepuluh ribuan yang dikumpulkan dari kerja berhari hari saat anaknya kembali ke kota nanti.
Jadi ingatlah, lembar 10.000-an yang biasa kubuat makan satu porsi, adalah keringat bapak ibu selama satu hari.
Komentar
Posting Komentar