Kisah Mamak yang menakjubkan, Mamak paling hebat sedunia

Siapakah penegak hukum yang paling berkuasa di Rumah?
ya, itulah Mamak.
Mamak adalah seorang pemegang sabuk putih SH terate, maka, jangan sekali coba coba meninggalkan Shalat jika kamu ada di rumah, Selang, sapu dan lain lain akan melayang ke arah kakimu. Betul betul akan dipukul tanpa ampun.
Mamak dilahirkan di sebuah di daerah di kalimantan, dimana hutan hutan masih berbaur dengan kebun kebun karet masyarakat.
Ayah mamak, adalah seorang Dai dari Pulau Jawa. Menyebarkan Islam di pulau Kalimantan. Memegang teguh Nilai nilai Islam.
Namun, Allah berkehendak lain, Ayah mamak wafat lebih awal, saat mamak masih menjadi seorang gadis yang harusnya menuntut ilmu.
Sebelumnya kehidupan mamak normal, namun setelah Wafatnya Ayah mamak, perjuangan dimulai. Mamak kini seorang yatim. dan sebagai seorang anak yang paling tua, mamak harus membantu Ibunya. Mamak kini tak hanya sekolah, Ia juga harus bekerja. Menyadap karet di kebun yang jauh, ikut orang untuk bertanam padi, hasil yang didapat lalu dibawa pulang, menambah jatah makan bagi adik-adiknya. Bekerja paling keras, namun datang ke meja makan paling akhir. Itulah mamak sebagai seorang kakak.
Walau harus bekerja keras, mamak tidak melupakannya. Ia masih tetap menjadi juara di kelasnya.
Namun jika harus ikut orang betanam padi di tempat yang jauh, yang perjalannya saja harus menggunakan perahu, menyusuri sungai, mamak terpakasa tidak masuk sekolah karena pulangnya pasti sore hari.
setelah lulus smp, saat adik adiknya sudah bisa mandiri, mamak memutuskan untuk merantau ke Jawa.
Mamak ingin terus belajar, melanjutkan pendidikan.
Sampai sekarang mamak masih terus belajar, walaupun tidak di tempat formal.
itulah sekelumit Kisah Mamak yang menakjubkan, Mamak paling hebat sedunia.
terlalu banyak cerita yang belum kuketahui, dan semuanya adalah inspirasi.
Aku ingin mendengar kisah kisah Mamak yang lainnya lagi.
"Hari Ibu itu seharusnya lebih dulu dari haripahlawan,
karena para pahlawan hanya bisa terlahir
dari kandungan seorang Ibu."
- Mario Teguh

Komentar

Postingan Populer